[Karya Siswa] RISAU PILU UNTUKMU

Oleh : Gibran Andika Wibisana

kau bak debu yang menemani dinding pasi
terseret angin yang menyucikannya
tersapu benda yang menyentuhnya
menghapus pengharapan
memendam rasa

untuk apa
hingga kapan
mengapa kau bertahan?
dipecundangi puja puji empati
kau terhanyut dalam alir ingin dan angan

tanpa daya tertiup angin
terbelenggu dalam hening
menatapnya disambangi banyak rupa yang lebih baik darimu

tatkala lukisan indah terpasang
bunga indah tergantung
membuat kau tak lagi dihiraukannya
menjadi peran yang terbuang
menjadi bayang yang tersingkirkan

hingga kapanpun
kau tetaplah debu yang mengasah harap tak nyata
pada dinding yang dicintai banyak perkara

dalam upaya yang pupus dan rasa yang karam
ia tetaplah dinding keras yang dingin kala disentuh
menghempas retorika rayu yang berserakan

memaksamu menerima keniscayaan pahit dalam langkah-langkah asa
mematri kenang tak berujung
melepas bayang-bayang kesan
menutup pinta

Bandung, 19 Maret 2022, 21.40

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *